Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan

Go Ihsan -
Dalam syariat Islam, pajak disebut dengan dharibah. Kata dharibah berasal dari akar kata dharaba-yadhribu-dharban. Ada banyak arti dari akar kata itu, di antaranya adalah mewajibkan, menetapkan, menentukan, memukul, menerangkan, dan membebankan.

Menurut pakar fikih, Gazy Inayah, kata dharibah dalam syariat Islam berarti beban. Diartikan demikian, katanya, karena dharibah atau pajak merupakan kewajiban lain yang harus dikeluarkan seorang Muslim selain zakat. Namun, syariat Islam telah menetapkan bahwa dharibah hanya dapat digunakan untuk kemaslahatan umat Muslim. Tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan yang melibatkan orang non-Muslim.

Syariat Islam juga mengenal pembayaran yang mirip dengan dharibah, yaitu jizyah dan kharraj. Perbedaan ketiganya terletak pada objek yang dikenakan beban. Dharibah adalah pajak yang dikenakan atas al-mal atau harta benda.


Sedangkan jizyah adalah pembayaran yang dibebankan kepada orang non-Muslim untuk menjamin keselamatan jiwa yang bersangkutan. Adapun kharraj merupakan kewajiban pembayaran atas tanah atau hasil bumi.

Lantas, apa definisi dharibah menurut syariat Islam? Abdul Qadim Zallum, seperti dikutip Gusfahmi dalam Pajak Menurut Syariah, mendefinisikan dharibah sebagai harta yang diwajibkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kaum Muslim untuk membiayai berbagai kebutuhan dan pos-pos pengeluaran yang memang diwajibkan atas mereka, ketika kondisi baitul mal tidak ada uang atau harta.

Berdasarkan definisi itu, Gusfahmi menyimpulkan ada lima unsur dalam dharibah. Pertama, dharibah itu diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada umat Islam. Kedua, objeknya adalah harta benda. Ketiga, pelakunya terbatas orang-orang Muslim yang kaya. Keempat, tujuannya untuk membiayai keperluan umat Muslim saja. Dan kelima, diberlakukan dalam kondisi darurat.

Definisi Zallum itu juga menarik perhatian Gusfahmi untuk mengupasnya lebih dalam. Katanya, berdasarkan penjelasan Zallum itu, dharibah bersifat kondisional. Seorang penguasa baru boleh menarik dharibah ketika baitul mal mengalami kekosongan uang. Dan setelah uang di baitul mal sudah banyak maka dharibah kembali tidak diberlakukan.

Di samping itu, dharibah hanya diberlakukan bagi umat Muslim dan digunakan untuk kepentingan umat Muslim, sebagai wujud jihad mereka untuk mencegah datangnya bahaya yang lebih besar jika baitul mal kosong.

Atas dasar itulah, konsep dharibah punya perbedaan dengan konsep pajak modern. Jika dharibah bersifat kondisional, pajak berlaku secara berkelanjutan. Di samping itu, dharibah hanya dipungut dari orang-orang Islam yang kaya sedangkan pajak diambil dari siapa saja tanpa membedakan agama.

Perbedaan lainnya, dharibah hanya dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat Islam, tetapi pajak digunakan untuk kepentingan umum. Dan, dharibah hanya dipungut untuk memenuhi target yang telah ditentukan, dan setelah itu dharibah dihapuskan. Sedangkan, pajak tidak mungkin dihapuskan.
Sumber : Islam Digest

Go Ihsan - Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya Zamzam adalah air yang sangat diberkahi. Ia makanan bergizi. Zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum agar sembuh dari sakitmu, Allah menyembuhkanmu. Jika engkau minum agar merasa kenyang, Allah mengenyangkanmu. Jika engkau minum agar hilang dahagamu, Allah akan menghilangkan dahagamu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail.” (Hr. Daruqutni, Ahmad, dan Ibnu Majah).


Sejarah mencatat bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengambil air Zamzam dengan sebuah kendi dan kantong air dari kulit, lalu membawanya pulang ke Madinah. Beliau kemudian menggunakannya untuk mengobati orang sakit dengan cara memercikkan ke tubuhnya dan meminumkannya.


Hasil penelitian ilmiah menunjukkan keunikan Zamzam. Ia memiliki keistimewaan dibanding air sumur-sumur lain di sekitar Makkah, dan tentunya air-air di daerah lainnya di seluruh dunia. Uji laboratorium menemukan kandungan kalsium dan garam magnesium yang tinggi, berbeda dengan jenis air yang lain. Ia juga senantiasa terbebas dari kuman. Bila kita menengok sumur Zamzam, tak akan kita temui sedikit pun lumut di sana. Sumur yang terletak di kawasan padang pasir tersebut tak pernah mengalami kekeringan, meski di saat sumur-sumur lain di sekitarnya kering. Padahal kita tahu, air Zam-zam selalu diambil dan di bawa ke seluruh penjuru dunia.

Dr Masaru Emoto, peneliti air dari Universitas Yokohama, Jepang, yang menulis The True Power of Water, mengemukakan bahwa bentuk molekul air Zamzam memiliki nilai keindahan paling tinggi dibanding jenis air lainnya. Rangkaian heksagonalnya membentuk karya seni rupa yang memukau, berkilauan bak berlian yang sangat mahal. Dalam keadaan beku, ia memancarkan lebih dari 12 warna.

Adapun khasiat air zamzam bagi kesehatan jasmani dan rohani antara lain:
1.            Nutrisi ibu hamil,
2.            meningkatkan kuantitas dan kualitas ASI (air susu ibu)
3.            membersihkan wajah dan mencegah jerawat,
4.            membersihkan mata dan menajamkan pandangan,
5.            mengenyangkan dan menjadi sumber energi tubuh,
6.            memperbaiki pencernaan,
7.            melancarkan peredaran darah,
8.            melancarkan buang air besar,
9.            menangkal sihir, dll.

Begitulah, zamzam tak hanya air yang sangat bersejarah. Dengan jujur dunia Timur dan Barat mengakui keistimewaannya yang menakjubkan, dan khasiat hebatnya untuk kesehatan. Wallahu a’lam. [Panji]

Go Ihsan -“Sepeninggalku, tidak aku tinggalkan fitnah (godaan) yang lebih berbahaya untuk lelaki melebihi wanita.”(Mutafaq ‘alaih) “Wanita itu kurang agamanya.” “Kebanyakan penduduk neraka adalah wanita.” (al Hadits)

Jika dibaca dengan kacamata buram milik orientalis dan kaum liberal, mungkin yang bakal tampak dari petikan hadits di atas adalah “Islam merendahkan kaum perempuan. Hadits-hadits ini mestinya dinonaktifkan dari fungsinya sebagai dalil karena sudah tidak sesuai dengan jaman. Jika tidak, Islam bisa tercoreng namanya karena masih saja mendeskreditkan perempuan, padahal di zaman sekarang persamaan gender telah menjadi tuntutan.”

Tapi kacamata seorang muslimah, wanita yang berserah diri kepada syariat-Nya, tentunya tidak demikian. Imannya akan membuat lensanya lebih jernih dalam membaca dan menyelami isi dari setiap kata yang disabdakan utusan-Nya, Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Pandangannya akan lebih dalam menembus sampai ke dasar hikmah. Ada ‘material’ husnudzan, rasa berserah diri dan keyakinan bahwa sabda Rasul n adalah al haq, yang menyusun potongan kaca yang dipakainya. Dan inilah yang membuat objek yang tampil di retina hatinya berwujud sempurna, tidak terbalik dan indah sebagaimana mestinya.

Oleh karenanya, image yang ditangkap dari hadits-hadits seperti di atas bukanlah “Islam mendeskreditkan wanita”. Sama sekali bukan. Tapi yang tampak justru ke dalaman rahmat dari sang pencipta kepada kaum Hawa. Sabda baginda itu diterima sebagai pemberitahuan dan peringatan atas sisi lemah wanita yang sangat krusial. Kelemahan pada wanita yang harus diwaspadai atau ditambal dengan sisi kelebihan yang lain. Bukankah semua makhluk memang dicipta memiliki kelemahan?

Wanita itu fitnah atau godaan yang sangat besar bagi kaum lelaki. Terhadap hadits ini, seorang muslimah tidak akan bersu’udzan bahwa Islam menganggap wanita hanyalah makhluk penggoda dan pengganggu bagi lelaki. Tidak. Sabda ini akan dipahami sebagai peringatan dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa potensi fitnah (godaan) dalam diri wanita sangatlah besar. Karenanya wanita pun akan sadar dan waspada lalu menjaga agar potensi itu tidak menyelinap keluar atau bahkan meledak. Wanita memang ditakdirkan untuk memiliki daya tarik yang menggoda itu, tapi di sisi lain, wanita juga diwajibkan menjaganya.Nah, Islam pun memberikan cara bagaimana menjaga diri agar potensi itu tidak keluar. Ada jurus menjaga aurat, menundukkan pandangan, menjaga hubungan dengan lelaki, menghindari make up berlebihan dan sebagainya. Dengan mengaplikasikan jurus-jurus ini, yang akan merasa aman bukan hanya lelaki saja tapi juga wanita.

Kalau direnungkan secara mendalam, hadits ini bukan hanya peringatan bagi lelaki, tapi juga wanita. Memang, yang terkena dampak fitnah wanita secara langsung adalah lelaki. Hanya saja dalam beberapa kondisi, fitnah wanita yang dibiarkan terumbar liar juga akan berimplikasi buruk terhadap sesama wanita.

Ambil contoh, saat anda sedang bersama suami, tiba-tiba datang atau lewat seorang wanita yang membiarkan dua biji ‘kamera’ di kepala lelaki yang menatapnya bebas menelusuri kulit kakinya hingga 50 % di atas lutut, atau kulit lehernya hingga 50 % ke dadanya. Itu fitnah yang diumbar. Dan fitnah itu jelas ditujukan kepada lelaki. Tapi apa yang anda rasakan jika suami anda melirik? Sakit bukan? Lebih menyakitkan lagi jika kulit si wanita itu lebih bagus dari milik anda. Bahkan wanita bercelana jins dan berkaus ketat yang tengah bersama pacarnya di sebelah sana pun –misalnya ada-, boleh jadi akan mencubit pacarnya, sambil pasang muka cemberut lagi mengancam jika pacarnya ikut-ikutan melirik. Apa lagi jika masalahnya bukan sekadar melirik, selingkuh misalnya, tentu akan lebih menyakitkan lagi. Jadi, wanita juga akan terganggu dengan fitnah wanita yang tidak dijaga.

Nah, coba bandingkan jika yang hadir adalah seorang wanita berjilbab rapi dengan warna kain yang tidak mencolok, atau bahkan memaki cadar misalnya. Adem. Anda, suami anda dan juga semua orang di sekeliling anda akan merasakannya. Jadi, pada dasarnya sabda Rasul n di atas adalah peringatan untuk wanita dari bahaya fitnah wanita yang juga akan berdampak kepada wanita.

Soal status wanita yang diennya disebut “kurang” dan menjadi mayoritas ahli neraka, Rasulullah ingin memberi peringatan pada sisi lemah wanita dalam hal ini. Wanita secara kodrati mendapatkan haid dan menghalanginya dari ibadah selama sekian waktu. Ini kelemahan. Dengan menyadari hal ini, wanita diharapkan dapat memanfaatkan dan mengoptimalkan sisi-sisi lebih yang diberikan kepadanya untuk meningkatkan value(nilai) dirinya. Semangat inilah yang akan muncul dalam diri muslimah dan bukan perasaan kecewa karena menganggap Islam menganak tirikan wanita. Dan bukankah pada tataran praktis, tidak sedikit kaum wanita yang kualitas diennya jauh lebih baik dari lelaki?

Kalau ternyata rasul mengatakan wanita menjadi mayoritas penduduk neraka, itu berarti Beliau ingin menyampaikan bahwa realitanya kebanyakan wanita tidak mengikuti bimbingan rel syariat. Karena jika patuh pada syariat, dia akan masuk jannah. Bahkan ratunya para bidadari surga adalah wanita-wanita shalihah yang masuh jannah. Oleh karenanya, kalau tidak ingin merasa tersinggung dengan hadits ini, caranya mudah yaitu dengan menjadi wanita shalihah.

Kesimpulannya, saat membaca hadits-hadits semacam ini yang harus dikedepankan adalah iman. Para shahabiyah dulu tidak pernah komplain dengan hadits-hadits di atas dan menganggapnya sebagai diskriminasi terhadap kaum perempuan. Keyakinan mereka bahwa sabda Nabi adalah bimbingan ilahi memudahkan hati mereka menerima dan mencoba mendulang hikmahnya. Jangan terkecoh dengan bualan kaum liberal, mereka hanya ingin agar kita menentang syariat, merasa punya dalil saat bermaksiat dan akhirnya celaka di akhirat.Wallahua’lam. (ar-risalah)

Go Ihsan - Hingga sekarang sebagian ilmuwan mengatakan bahwa di planet Mars terdapat jejak air dan hal ini mendorong mereka untuk percaya bahwa di planet tersebut terdapat kehidupan, karena sudah menjadi fakta ilmiah bahwa di mana ada air di situ ada kehidupan, seperti pada tubuh manusia misalnya, terdiri dari zat-zat air, logam dan semi-logam, dua sepertiga dari tubuh manusia tersusun dari unsur cairan !, dan sepertiga lainnya terdiri dari bahan kering yang keseluruhannya dapat ditemukan pada Tanah dan Air atau Tanah liat.

Dari Berbagai analisa tentang komponen tubuh manusia beserta elemen dasarnya, telah disimpulkan bahwa komponen utama dari tubuh manusia dua sepertiganya terdiri dari cairan !, hal tersebut mengingatkan kita kepada Firman-Nya: “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup” (Al-Anbiyaa: 30), Tapi bagaimana dengan komponen lainnya? Sesungguhnya selain cairan, Sisa Komponen lainya persis dengan unsur yang terkandung dalam tanah, di mana tubuh manusia terdiri dari zat karbon, klorin, sulfur, fosfor, kalsium dan zat besi…dan zat lainnya, yang serupa dengan kandungan yang terdapat pada tanah, maka hal ini menjadi bukti ilmiah bahwa Manusia diciptakan dari tanah.

Allah Swt menentang keraguan orang-orang yang tidak meyakini adanya kehidupan setelah kematian dengan fakta kebenaran penciptaan manusia dalam Firman-Nya: “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah…” (Al-Hajj: 5), dengan bukti kebesaran-Nya dalam ciptaan- Nya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah..” (Ar-Rum: 20) Dan ketika air bertemu dengan tanah dan menjadi tanah liat Allah Swt berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu (cairan) saripati (berasal) dari tanah” (Al-Mu`minun: 12), dan kita mendapatkan ayat tentang penciptaan manusia dari air: “Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air…” (Al-Furqon: 54).

Jadi dalam tubuh manusia terdapat dua pertiga dari unsur air yang menjadi komponen utama tubuh serta hampir sepertiga kandungan lainnya tersusun dari zat-zat tanah. Dan ayat-ayat  Alquran telah mengkonfirmasi fakta-fakta tesebut sejak 14 abad yang lalu.



Teori terbaru tentang Tanah

Semua Sabda yang dituturkan oleh baginda Rasulullah Saw merupakan Kebenaran yang berasal dari Allah Swt, tatkala berbagai penemuan-penemuan Ilmu pengetahuan Modern turut menjustifikasikan dan membenarkan tutur kata dari  Sebaik-baik Manusia yang bersumberkan wahyu Ilahi, yang sama sekali belum diketahui dan terbayang dalam benak Manusia sebelumnya, disebebkan keterbatasan Ilmu dan Sarana mutakhir. Dan di antara keajaiban-keajaiban Ilmiah yang telah beliau sampaikan kepada Ummatnya, yaitu mengenai keistimewaan Tanah.

جعلت لي الأرض مسجداً وطَهوراً

“bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud (masjid) dan alat bersuci”(1)

Sebagaimana yang dijelaskan dalam Hadist bahwa tanah merupakan unsur yang bersih (طهور), dan Allah Swt juga menerangkan bahwa Air yang turun dari langit merupakan cairan yang bersih, jika kita merenungkan kandungan Makna kata (طهور) dalam literature Arab, menunjukkan kepada sesuatu materi yang digunakna untuk bersuci atau membersikan sesuatu seperti yang dijelaskan dalam Kamus Mujam Muhith (2), maka (طهور) atau sesuatu yang dipakai untuk bersuci merupakan Isim Masdhar (dalam Kaedah bahasa Arab) yang berarti Sesuatu yang suci dan Mensucikan.

Beranjak dari Hadist- Hadist Rasulullah Saw, mungkin bisa dipahami bahwa tanah memiliki element yang steril dan dapat membasmi kuman (desinfektan).

Tetapi tahukah kita bagaimana pandangan terbaru para Ilmuwan seputar tanah yang terdapat di pelanet kita, apakah bertentangan dengan teori yang terdapat dalam ajaran Agama islam?

Jika kita mengambil segenggam tanah ukuran sendok teh, sesungguhnya dalam ukuran tanah tersebut terdapat sejumlah organisme yang jumlahnya lebih besar dari jumlah penduduk bumi, maka tanah  diibaratkan materi yang hidup dengan berbagai organisme di dalamnya meskipun kita tidak melihatnya, para ilmuwan juga mengatakan tanah merupakan unsur yang sangat diperlukan oleh benda hidup yang ada di muka Bumi ini, seandainya jika tanpa tanah mungkin kehidupan tidak akan muncul di planet ini.

Tanah merupakan unsur terpenting untuk kehidupan di bumi seteleh air, tanah yang kita lihat awalnya berasal dari sisa-sisa dari serpihan bebatuan yang hancur hingga pada akhirnya membentuk tanah selama jutaan tahun. Dalam segenggam tanah terdapat ratusan jutaan spesies makhluk hidup, dan dari komponen dasar itu terdapat bakteri yang bersel tunggal yang kompeten memakan daun dan akar mati. Terdapat bakteri lain yang hidup di akar yang mengambil nitrogen dari udara dan memberikannya ke tanaman. Juga kita melihat cacing yang hidup di sisa-sisa bangkai.

Sifat tanah seperti yang disimpulkan oleh para ilmuwan baru-baru ini    

1. materi steril terbaik yang terdapat di alam !
2. tanah sanggup menghilangkan bakteri yang tidak dapat dihilangakan oleh bahan kimia
3. tanah merupakan sarana terbaik untuk membersihkan Air !!!
4. tanah adalah bahan alami yang dimurnikan air.
5. Ada lebih dari sepuluh ribu jenis tanah yang baru ditemukan di Eropa.
6. berbagai jenis piring dan pot buatan Cina yang paling terbaik terbuat dari tanah !
7. Tanah adalah zat yang tidak beregenerasi dengan berlalunya waktu.
8. ruang yang terdapat di antara butiran-butiran tanah berukuran 50% dari ukurannya
9. antibiotik yang kita gunakan untuk mengobati penyakit Sebagian besar berasal dari mikro-organisme dalam tanah.
10. tanah merupakan bahan yang sangat baik untuk membersihkan pori-pori kulit

Tanah menyimpan 10% dari emisi karbon CO2 di dunia. Termasuk setiap hektar lahan pertanian yang mengandung beberapa ton mikro-organisme, jika tanpa organisme ini, lingkungan yang kita rasakan sekarang tidak akan ada. Semua mikro-organisme ini sangat berperan penting dalam produksi nutrisi untuk tanaman, serta produksi bahan steril untuk akar tanaman dan biji-bijian dalam tanah. Ada keseimbangan yang sangat mendetail dalam dunia organisme yang hidup di tanah, maka dari itulah Allah Swt berfirman: “…dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran” (Al-Hijr: 19)

Fakta ilmiah baru tentang tanah

Dalam sebuah studi baru, para ilmuwan mengatakan bahwa salah satu fungsi tanah dan terkhusus lagi pada tanah dari gunung berapi dapat menghapus kuman yang lebih ganas, oleh karena itu saat ini mereka memproduksi antibiotik pembunuh bakteri berbahaya, yang diambil dari jenis tanah tertentu.

Setelah melalui penelitian panjang di laboratorium, mereka menemukan bahwa tanah liat dapat menghapus seluruh bakteri yang pada suatu bagian dalam waktu 24 jam !

Beberapa tahun yang lalu seorang Dokter Perancis Line Brunet de Course menemukan spesifik dari tanah hijau Perancis, yang dapat digunakan sebagai antibiotik untuk pengobatan di Pantai Gading dan Kenya, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengganggap hal tersebut sebagai penemuan yang mengagumkan.

Setelah itu Dr Linda Williams juga mengkonfirmasi bahwa tanah merupakat zat yang sangat bersih, di mana zat-zat tersebut mengendalikan aktivitas mikroba, yang pada akhirnya dapat melemahkan dan menghilangkannya.

Salah seorang ahli biologi Dr Haydel berkata: sekarang kita harus mencari tahu hubungan antara ilmu bumi dan sel-sel hidup, setahun yang lalu saya hanya memandang tanah sebagai materi kotor, dan sekarang saya menganggapnya sebagai  materi yang steril !.

Para peneliti menemukan bahwa beberapa jenis tanah di Afrika Selatan dapat menghasilkan suatu jenis antibiotik yang bisa membunuh bakteri yang tidak dapat dibunuh dengan antibiotik lainnya. penemuan ini diterbitkan dalam jurnal “New World” di tahun 2006, kata peneliti Juni Wang di laboratorium Merck Research di New Jersey yang menemukan Penemuan ini: sekarang kesempatan baru telah muncul, dalam rangka untuk menghasilkan antibiotik dari tanah!

Sebagai kaum Muslim hal tersebut bukanlah sesuatu yang aneh, sebelum 14 abad yang lalu kita sudah mengetahui bahwa tahan adalah benda suci, sebagaimana kita mengetahui hubungan langsung antara sel-sel dan tanah, Karen kita meyakini manusia diciptakan dari tanah dan akan kembali menjadi tanah.

Mungkin kita telah mengetahui mengapa islam menyuruh kita Bertayamum dengan debu tanah, Rasulullah Saw bersabda:

جعلت لي الأرض مسجداً وطَهوراً

“bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud (masjid) dan alat bersuci”

Serta rahasia dibalik kewajiban bembersihkan bekas jilatan anjing dengan tanah dan Air (3).

Oleh karena itu, termasuk dari hikmah ilahiyah bahwa kita mendapatkan anak-anak kecil suka bermain dengan tanah!, Dan selalu mencoba menggenggam tanah yang tampak kotor itu, Allah Swt memberi mereka naluri yang mengetahui bahwa tanah adalah  materi yang steril yang mengungguli fungsi sabun dari jenis terbaik! Maka segala Kebesaran bagi Allah swt yang mengajarkan manusia apa yang ia tidak ketahui.

Oleh: Khairul Amri Hatta

Sumber: www.kaheel7.com

Catatan kaki:
(1) HR.Muslim dalam shohihnya
(2) Mu`jam Kamus Muhith, hal 815, penerbit Darul ma`rifah 2005
(3) HR.Muslim, Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ، أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ
“Sucinya tempat air seseorang diantara kamu jika dijilat anjing ialah dengan dicuci tujuh kali, yang pertamanya dicampur dengan debu tanah.”

Go Ihsan - Istilah Itsar dalam keseharian mungkin sudah tidak asing lagi, tapi-untuk mengamalkannya tidak semua orang dapat melakukannya kecuali hamba Alloh yang ikhlash. Itsar adalah akhlaq mulia yang sudah jarang kita temui, apalagi di zaman modern, masa di mana orang lebih mementingkan kehidupan dunia yang fana daripada kehidupan akhirat yang kekal dan abadi. Padahal akhlaq ini telah menjadi kebiasaan salafus shalih. Sudah seharusnya kita menjadikan mereka sebagai teladan hidup. Sungguh ironis, jika sifat mulia ini mulai terkikis dari diri kaum muslimin, seolah-olah sifat ini merupakan hal yang baru. Akankah sikap ini kembali menjadi melekat dikalangan kaum muslimin kembali?

          Imam Qurtubi menuturkan bahwa itsar adalah mengutamakan orang lain dari pada diri sendiri dan masalah duniawi, sehingga sifat ini merupakan akhlak terpuji. Meskipun demikian, itsar tidak boleh diterapkan dalam hal akhirat dan ibadah.



Dalam kitab Madarijus Salikin, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan al-Itsar adalah lawan daripada kikir. sesungguhnya orang yang mengutamakan orang lain, akan meninggalkan apa yang ia butuhkan untuk dirinya. Yang demikian itu merupakan posisi kedermawanan, kemurahan dan perbuatan baik dan disebut dengan kedudukan itsar karena merupakan tingkatan yang paling tinggi. Hal ini tidak bisa dicapai kecuali dengan keyakinan yang kuat, kecintaan yang mendalam dan sabar atas kesusahan yang menimpanya.

Tingkatan Itsar
Itsar memiliki beberapa tingkatan. Tingkatan pertama, mengutamakan orang lain di atas kepentingan pribadi. Misalnya, anda memberi makan mereka sedang anda lapar, memberi minum mereka sedang anda kehausan. Hal ini sangat dianjurkan oleh Islam, selama tidak melanggar perintah-Nya maupun menerobos larangan-Nya. Sebab, tidak setiap saat orang harus itsar. Jika ternyata membuat pikiran dan hati sibuk dan melupakan Alloh, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pribadi yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Maka, itsar tidak diperlukan.

Tingkatan yang kedua, mendahulukan keridhaan Alloh di atas kehendak pribadi dan orang lain. Sehingga muncul tekad kuat untuk melaksanakan perbuatan yang mendatangkan keridhaan Alloh, walaupun orang-orang membencinya. Itsar tingkat ini telah dicontohkan dengan sempurna oleh para nabi, para rasul dan ulul ‘Azmi, para rasul pilihan dari kalangan nabi dan rasul.

Contoh paling ideal adalah nabi kita Muhammad SAW. Beliau membeli keridhaan Alloh daripada simpati manusia dengan cara mendakwahkan Islam pada saat semua orang tengah musyrik. Meski banyak orang membeci, beliau tetap teguh pendirian untuk menyampaikan risalah Alloh hingga kalimat Alloh tinggi dan agamanya menang atas agama yang lain.

Imam Syafi’i berkata, “keridhaan seluruh manusia merupakan suatu hal yang tidak mungkin dapat diwujudkan. Oleh karena itu engkau harus berpegang teguh pada hal-hal yang bisa memperbaiki dirimu. Sebagaimana diketahui bahwa tidak ada yang dapat memperbaiki jiwa kecuali dengan mendahulukan ridha Alloh atas ridha manusia.”

Tingkatan yang ketiga, mendahulukan apa yang Alloh cintai atas selera pribadi. Itsar pada tingkatan ini mengubah persepi dan tolak ukur seeorang dalam menilai sesuatu. Apa yang ia sukai adalah hal-hal yang Alloh sukai yang dikhabarkan lewat al-quran dan sunnah. Begitu pula kala ia membenci. Rasa suka dan benci ia atur gerak-geriknya sesuai ketentuan Alloh. Seolah-olah menyerahkan pengukuran prioritas kepada Alloh, karena pada hakikatnya dialah pengutama yang sebenarnya.

Teladan Istimewa
Para sahabat adalah orang-orang yang patut diteladani dalam bersikap itsar mereka benar-benar suatu generasi unggulan yang pantas mendapat julukan dengan sebaik-baik generasi hingga karena sifat mereka Alloh benar-benar memuji sifat mereka yang sangat jarang kita temukan pada zaman kita sekarang ini Alloh berfirman dalam memuji mereka:

“Dan orang-orang yang Telah menempati kota Madinah dan Telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 9)

Alloh memuji kaum Ansar, dimana mereka telah mendahulukan orang lain yang membutuhkan atas diri mereka sendiri, mempersilahkan orang lain sebelum diri mereka sendiri meskipun mereka sangat membutuhkan hal tersebut.

Dari Abu Hurairah dia bercerita, bahwa ada seorang yang datang kepada Nabi SAW seraya mengatakan: “Sesungguhnya aku sangat lelah dan lapar” kemudian beliau menemuisalah satu istrinya. 

Ternyata istrinya berkata, “Demi Alloh yang mengutusmu membawa kebenaran, aku tidak mempunyai apa-apa kecuali air saja”. Kemudian beliau mengutus seseorang kepada istrinya yang lain maka istrinya tersebut mengatakan hal yang sama. Hingga akhirnya semua istrinya mengtakan hal yang sama . kemudian Nabi SAW bersabda: “Siapakah yang sanggup menjamu orang ini pada malam ini? Kemudian salah seorang dari kalangan Ansar mengatakan: “Aku wahai Rasulullah” kemudian orang tersebut bersama sahabat tersebut. 

Selanjutnya ia berkata kepada istrinya, “Muliakanlah tamu Rasulullah ini”. Lalu sahabat tersebut berkata kepada istinya: “Apakah kamu mempunyai sedikit makanan? Istrinya mejawab: “Tidak kecuali makanan untuk anak-anakku. “ Dia berkata sibukkanlah mereka dengan sesuatu, dan jika mereka ingin makan maka tidurkanlah mereka. Dan jika tamu kita masuk, matikanlah pelita itu dan perlihatkanlah kepadanya bahwa kita seolah-olah ikut makan. Kemudian merekapun duduk dan tamu itupun makan, sedang suami istri tersebut tetep kelaparan sepanjang malam. Dan ketika pagi hari tiba, mereka betemu Nabi, maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Alloh kagum dengan apa yang kalian berdua lakukan terhadap tamu kalian tadi malam. ” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Katsir dalam mengomentari ayat tersebut mengatakan bahwa Alloh memuji kaum Ansar serta mejelaskan kemuliaan, keagungan, kesucian diri mereka dari rasa iri, serta tindakan mereka mendahulukan orang lain atas diri mereka sendiri padahal mereka lebih membutuhkannya. Karena kemuliaan dan keagungan jiwa mereka, mereka mencintai kaum Muhajirin dan memberkan bantuan untuk mereka.

Keteladanan dalam Itsar
Ibnu Umar berkata: salah seorang dari sahabat Nabi diberi hadiah berupa kepala kambing maka sahabat tersebut berkata: “Sesunguhnya saudaraku fulan lebih membutuhkan daging ini daripada diriku, kemudian ia memberikan daging tersebut kepada sahabatnya, ternyata sahabat tersebut juga memberikan daging yang ia dapatkan kepada sahabat yang lain hal ini berlangsung hingga kepala kambing tersebut berputar sampai tujuh rumah sahabat hingga daging tersebut kembali kepada sahabat yang pertama mendapatkan daging itu untuk yang pertama kali.

Dikisahkan bahwa telah berkumpul lebih dari pada tiga puluh orang yang mereka semua itu berada di satu tempat yaitu di sebuah desa dekat Ar-Ray (daerah Iran). Mereka hanya mempunyai beberapa potong roti yang tidak akan cukup untuk mengenyakan mereka semua. Lalu untuk memakannya mereka memecahkan roti tersebut dan memadamkan lampu, kemudian mereka duduk berkeliling untuk memakan roti tersebut.
Kemudian tatkala makanan itu di angkat dan lampu di nyalakan ternyata roti tersebut masih dalam keadaan semula tidak berkurang sedikitpun, karena mereka satu sama lain saling mengutamakan saudaranya sehingga mereka berfikiran agar saudaranya saja yang memakan roti tersebut biarlah ia tetap lapar yang penting saudaranya kenyang.

Ketika peperangan Yarmuk kaum muslimin mendapat kemenangan yang cukup gemilang pada peperangan tersebut diantara kaum muslimin ada yang mengalami luka dan cedera tersebutlah tiga orang mujahidin yaitu: Al-Haris bin Hisyam, ‘Ayyas bin Abi Rabi’ah dan Ikrimah bin Abi Jahal. Ketika mereka mengalami masa-masa kritis dan membutuhkan pertolongan justru pada saat itulah mereka melakukan perbuatan yang sungguh luar biasa mereka berbuat itsar dengan menakjubkan yang sulit kita dapatkan pada jaman sekarang ini, hal ini sebagaimana diceritakan  sendiri oleh Hudzaifah Al-‘Adawi ia menceritakan, 

”Pada saat itu aku membawa air yang sedikit yang akan aku berikan kepada Al-Haris yang pada saat itu ia tengah berteriak meminta air karena ia tengah sangat kehausan ketika air sudah dihadapannya dan ia bersiap untuk meminumnya tiba-tiba ia mendengar orang lain juga berteriak kehausan yaitu sahabatnya Ikrimah ketika itu pula ia mengisyaratkan untuk memberikan air tersebut untuk Ikrimah, ketika air sudah dihadapan Ikrimah dan ia sudah bersiap untuk meminumnya ketika itu pula ia mendengar sahabat lain yaitu ‘Ayyas memita air maka Ikrimahpun mengisyaratkan untuk memberikan air tersebut kepadanya, ketika air tersebut dibawa kehadapan ‘Ayyas ternyata ia sudah meninggal terlebih dahulu tanpa sempat meminum air tersebut, ketika air tersebut dibawa kembali kepada dua orang sahabat yang meminta air tadi ternyata ajal juga telah menjemput mereka akhirnya para sahabat tersebut meninggal dunia tanpa salah seorang pun diantara mereka yang meminum air tesebut.

Sungguh luar biasa sikap para sahabat Rasulullah saw dalam melakukan itsar diantara mereka, tapi- hari ini sulit kita dapati di zaman modern, zaman yang penuh dengan fitnah, baik fitnah syubhat dan fitnah syahwat yang benar-benar menggoda hamba-Nya yang beriman. Lalu bagaimana dengan kita, di mana tingkatan itsar kepada saudara kita. Semoga ini menjadi motivasi untuk kita semua dalam melalukan itsar terhadap saudara kita, Amiin.

Go Ihsan - Allah berfirman, ‘Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam. Dan bagi-Nya lah keagungan di langit dan di bumi, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.’ (al-Jatsiyah: 36-37)

Para ahli tafsir memiliki banyak pendapat tentang kata ‘alamin yang menunjukkan luasnya pemahaman mereka. Jagat kita (universe) yang kita lihat sangat luas itu merupakan tingkatan yang jarak setengah diameternya adalah 30 miliar perjalanan cahaya. Dengan arti bahwa seandainya kita memulai perjalanan dari titik terjauh yang satu dengan kecepatan 300 ribu km/detik, dan itu adalah kecepatan kosmik terbesar, maka kita membutuhkan 30 milyar tahun untuk sampai ke titik terjauh di sisi lain dari alam semesta ini.

Para ahli astrofisika bertanya-tanya, adakah dunia selain dunia yang kita lihat ini, dan bagaimana dimensi-dimensinya jika ia ada. Kita memang tidak melihatnya, tetapi barangkali ia ada karena kita tidak melihat setiap yang ada. Allah berfirman, ‘Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat. Sesungguhnya al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia.’ (al-Haqqah: 38-40)
Para ahli astrofisika menyatakan bahwa dunia kita barangkali hanya seperti balon yang mengapung di angkasa yang sempurna dimensi-dimensinya.
Apa kata ahli tafsir?

Al-Qurthubi: Para ahli takwil berbeda pendapat mengenai kata ‘alamin. Menurut Qatadah, kata ‘alamin adalah jamak dari kata ‘alam, yaitu setiap maujud selain Allah. Kata ini tidak memiliki arti tunggal, sama seperti kata rahthun (kelompok) dan qaum (golongan). Husain bin Fadhal mengatakan penghuni setiap zaman itu disebut ‘alam. Dan lain-lain.
Wahb bin Munabbih berkata, ‘Sesungguhnya Allah memiliki delapan belas ribu jagat, dan dunia hanyalah satu jagat dari sekian banyak jagat tersebut.’
Abu Sa‘id al-Khudri berkata, ‘Sesungguhnya Allah memiliki empat puluh ribu jagat, dan dunia dari timur hingga barat adalah satu jagat.’
Muqatil berkata, ‘Jumlah jagat adalah delapan puluh ribu. Empat puluh ribu jagat di antaranya ada di dalam air, dan empat puluh ribu di antaranya ada di darat.’
Menurut al-Qurthubi, pendapat yang pertama adalah yang paling mendekati kebenaran, karena ia mencakup setiap makhluk dan eksisten. Dalilnya adalah firman Allah, ‘Firaun bertanya, ‘Siapa Tuhan semesta jagat itu?’ Musa menjawab, ‘Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya.’’ (asy-Syu’ara: 23-24) Kata ‘alamin di dalam al-Qur’an sebanyak 60 kali, dan salah satunya mengisyaratkan langit dan bumi.
Di kalangan para ilmuwan hari ini muncul banyak pertanyaan yang membingungkan seputar keberadaan jagat lain di tengah ciptaan yang mahabesar ini. Inti pertanyaan tersebut adalah: apakah ada jagat-alam lain dengan hukum yang berbeda dari hukum yang mengatur jagat kita, dimana cahanya melesat lebih cepat, dan dimana daya gravitasi lebih kuat daripada yang kita kenal?
Banyak ilmuwan meyakini keberadaan jagat lain selain jagat kita. Di antara mereka adalah Max Tugmart, John G. Cramer, Susan Wealze and David Hoytawes. Salah satu model yang diprediksi keberadaannya oleh para ilmuwan adalah kembaran galaksi kita, yang jaraknya dari kita adalah 1028 meter dari kita.
Max Tugmart berpandangan bahwa jagat paralel (parallel universe) bukan sekedar fiksi ilmiah. Bahkan, dunia lain itu tidak lain adalah implementasi langsung dari kajian-kajian kosmologi.
Malkuth antara al-Qur’an dan Sain:

Sangat mengherankan bahwa kata malakut yang disebut beberapa kali di dalam al-Qur’an itu digunakan para ilmuan. Mari kita cermati apa yang ditulus John G. Cramer,
‘Gene Wolf menduga bahwa yang disebut dunia ini bukan merupakan satu-satunya jagat, melainkan seperti satu dunia di luar perjalanan waktu. Kita akan membutuhkan kata lain, dan saya mengusulkan kata malkut yang dalam bahasa Kabalist yang berarti jagat. Tetapi, menurutku kata tersebut bukan kata baru, dan sepertinya kasar.’
Seandainya Gene Wolf tahu bahwa kata malkut atau malakut itu adalah kata asli Arab dan disebut di dalam al-Qur’an al-Karim, maka ia pasti tidak menyebutnya ‘kasar’. Allah berfirman, ‘Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan (malakut) langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada Al Qur’an itu?’ (al-A’raf: 185)
Suzanne Willis menyebutkan bahwa jagat-jagat yang paralel itu dimungkinkan terpisah sesuai teori-teori yang terpisah dengan dua jalan. Jalan pertama pada fase huge inflation of the universe (pemekaran besar dunia), dimana satu bagiannya yang kecil berkembang menjadi besar, dan sesudah itu jadilah dunia yang kita kenal saat ini. Dan dimungkinkan bagian-bagian yang lain menempuh jalan yang sama, berkembang, dan membentuk dunia-dunia lain. Sedangkan jalan kedua dan sesuai teori kuantum, dunia-dunia paralel itu berjalinan akibat Quantum Event.
Max Tugmark meneliti teori-teori fisika yang berkaitan dengan jagat-jagat paralel, yang tersusun dalam empat tingkatan jagat, yang memukinkan adanya variasi yang berkelanjutan.
Tingkatan pertama adalah jagat-jagat raya yang tidak diatur dengan fisika dan konstanitas fisika jagat kita, tetapi bisa jadi perkembangan Artikelnya berbeda.
Tingkatan kedua adalah jagat-jagat yang konstanitas-kontanitas fisikanya dan dimensi-dimensi ruang dan waktunya berbeda dari yang ada di jagat kita.
Tingkatan ketiga, setiap kuantum dimungkinkan memunculkan banyak salinan.
Tingkatan keempat memiliki hukum-hukum fisika yang berbeda.
Sumber: EraMuslim : Oleh: Dr. Husni Hamdan Hamamah

Go Ihsan -Selama ini, para ilmuwan tidak mengetahui di bagian otak mana pada manusia yang paling bertanggung jawab terhadap sebuah dusta atau kebohongan. Orang hanya tahu kalau dusta itu muncul dari sebuah ucapan, tapi tidak mengetahui kalau itu ada hubungannya dengan bagian tertentu dalam otak
.
Setelah melakukan penelitian, akhirnya para ilmuwan menemukan sebuah kesimpulan. Bahwa, otak bagian depan yang terletak pada ubun-ubun itulah yang paling bertanggung jawab terhadap terjadinya dusta.


Kesimpulan ini, sebenarnya tergolong sangat telat jika dibandingkan dengan apa yang sudah diisyaratkan oleh Allah swt. dalam firman-Nya dalam Alquran. Bagian otak tersebut disebut Alquran dengan nama ‘nashiyah’ atau ubun-ubun.

Yang mengagumkan adalah bahwa Al-Quran sejak berabad-abad yang lalu telah berbicara tentang fungsi ubun-ubun ini ketika membicarakan Abu Jahl:

Allah swt. berfirman dalam Surah Al-‘Alaq ayat 15 dan 16.

كَلَّا لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعَنْ بِالنَّاصِيَةِ * نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ

“Ketahuilah, sungguh jika Dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya[1], (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
[1] Maksudnya: memasukkannya ke dalam neraka dengan menarik kepalanya.

Al-Quran memberikan sifat كاذبة خاطئة (mendustakan lagi durhaka). Kenyataan seperti inilah yang ditemukan para ilmuwan pada masa sekarang ini dengan menggunakan pemindaian resonansi magnetik.

Maha Suci Allah Yang telah menyatakan fakta ini yang menunjukkan kemukjizatan Al-Quran yang baru ditemukan pada masa sekarang ini.

Go Ihsan - Mengapa ilmuan barat lebih dikenal? Ternyata keterkenalan ilmuwan barat tersebut adalah hasil dan pengaruh kampanye atau propaganda media barat melalui majalah, koran, acara TV atau berbagai film baik fiksi maupun ilmiah.

Koran atau majalah selalu mengaitkan kecerdasan atau IQ orang-orang misalnya dengan kecerdasan Einstein meskipun sudah melebihi kepintaran Einstein. Berbagai film yang dibuat di Hollywood seringkali memunculkan tokoh-tokoh ilmuwan barat seperti Charles Darwin dengan teori evolusinya atau Einstein berupa tokoh atau figur langsung, gambar maupun foto atau karakter ilmuwan tersebut.

Di masa-masa Rasulullah, Sahabat, Tabi’in, dan Khilafah tercatat munculnya tokoh-tokoh ilmuan muslim dengan melakukan percobaan teori-teori terapan yang sangat bermanfaat di segala aspek,

Siapakah tokoh-tokoh ilmuan muslim yang tenggelam dan dilupakan oleh sebagian orang?



Bidang Kedokteran dan Kesehatan

Sejarah ilmu kedokteran memang sudah berjalan sejak lama, bahkan sejak sebelum Islam datang. Kemajuan kedokteran yang kita nikmati sekarang ini, dengan berbagai penemuan teknologi dan teknik terapi kesehatannya, merupakan hasil jerih payah para dokter dan ahli kesehatan dari seluruh dunia.

Ketika era kegelapan mulai mencengkeram Barat pada abad pertengahan, perkembangan ilmu kedokteran diambil alih dunia Islam yang tengah berkembang pesat di Timur Tengah.

Berbeda dengan ilmuwan lain, para ilmuwan muslim menjadikan Alquran dan sunnah sebagai pijakan utama dalam mengembangkan ilmu-ilmu kedokteran mereka. Hal ini terus mereka lakoni hingga menapak puncak pencapaian terbaik dalam peradaban dunia.

Al-Razi (841-926 M) dikenal di Barat dengan nama Razes. Sebenarnya, pemilik nama lengkap Abu Bakar Muhammad bin Zakaria al-Razi itu merupakan dokter istana Pangeran Abu Saleh al Mansur, penguasa Khurasan. Namun, kemudian ia pindah ke Baghdad menjadi dokter kepala di rumah sakit Baghdad dan dokter pribadi khalifah. Salah satu buku kedokteran yang dihasilkannya berjudul Al-Mansuri (Liber al-Mansafis).

Dalam bukunya tersebut, ia menyoroti tiga aspek penting dalam kedokteran, yaitu kesehatan publik, pengobatan preventif, dan perawatan penyakit khusus. Sementara, dalam bukunya yang lain berjudul Al-Mursyid, Al-Razi mengupas tentang pengobatan berbagai penyakit. Buku lainnya yang berjudul Al-Hawi dan terdiri dari 22 volume menjadi salah satu rujukan sekolah kedokteran di Paris. Ia juga berhasil menulis tentang pengobatan cacar air.

Zahrawi (930-1013 M) atau dikenal dengan nama Abulcasis di negara Barat. Ahli bedah terkemuka di Arab ini menempuh pendidikan di Universitas Cordoba. Ia menjadi dokter istana pada masa Khalifah Abdel Rahman III. Sebagian besar hidupnya didedikasikan untuk menulis buku-buku kedokteran, khususnya masalah bedah.

Salah satu dari empat buku kedokteran yang ditulisnya berjudul Al-Tastif Liman Ajiz’am Al-Ta’lif, sebuah ensiklopedia ilmu bedah terbaik pada abad pertengahan. Buku itu digunakan di Eropa hingga abad ke-17 M. Dalam bukunya tersebut, Al-Zahrawi menerapkan cutlery untuk mengendalikan pembedahan. Ia juga menggunakan alkohol dan lilin untuk menghentikan pendarahan selama pembedahan tengkorak berlangsung. Al-Zahrawi juga menulis buku tentang operasi gigi.

Ibnu Sina atau Avicenna (980-1037 M). Salah satu kitab kedokteran fenomenal yang berhasil ditulisnya adalah Al-Qanun fi Al-Tibb atau Canon of Medicine. Kitab itu menjadi ensiklopedia kesehatan dan kedokteran yang berisi satu juta kata. Hingga abad ke-17 M, kitab itu masih menjadi referensi sekolah kedokteran di Eropa.

Dan masih banyak tokoh-tokoh kedokteran muslim lainnya.

Bidang Sosiologi

Ibnu Khaldun, nama lengkap: Abu Zayd ‘Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami (lahir 27 Mei 1332 – meninggal 19 Maret 1406 pada umur 73 tahun) adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia dan sering disebut sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi. Lelaki yang lahir di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H. /27 Mei 1332 M. adalah dikenal sebagai sejarawan dan bapak sosiologi Islam yang hafal Alquran sejak usia dini.

Sebagai ahli politik Islam, ia pun dikenal sebagai bapak Ekonomi Islam, karena pemikiran-pemikirannya tentang teori ekonomi yang logis dan realistis jauh telah dikemukakannya sebelum Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) mengemukakan teori-teori ekonominya. Bahkan ketika memasuki usia remaja, tulisan-tulisannya sudah menyebar ke mana-mana.

Tulisan-tulisan dan pemikiran Ibnu Khaldun terlahir karena studinya yang sangat dalam, pengamatan terhadap berbagai masyarakat yang dikenalnya dengan ilmu dan pengetahuan yang luas, serta ia hidup di tengah-tengah mereka dalam pengembaraannya yang luas pula.

Psikologi dan Bidang seni

Al-kindi Nama lengkapnya Abu Yusuf Ya’qub bin Ishak bin Sabah bin Imran bin Ismail bin Muhammad bin Al-Asy’ats bin Qais Al-Kindi. Beliau merupakan salah satu tokoh dalam dunia seni musik kontemporer Muslim. Lahir pada tahun 185 H/801 M dari kalangan bangsawan Irak.

Dapat dikatakan beliau adalah filsuf pertama yang lahir dari kalangan Islam. selain bisa berbahasa Arab, ia juga mahir berbahasa Yunani. Dengan kemahirannya dalam berbahasa Yunani tersebut, Al-Kindi menerjemahkan karya-karya filsuf Yunani ke dalam bahasa Arab, seperti: Aristoteles dan Plotinus.

Al-Kindi menuliskan banyak karya dalam berbagai bidang, geometri, astronomi, astrologi, aritmatika, musik, fisika, medis, psikologi, meteorologi, dan politik. Buku yang paling banyak ditulisnya adalah geometri sebanyak 32 judul. Filsafat dan kedokteran masing-masing mencapai 22 judul. Logika sebanyak 9 judul dan fisika 12 judul. Dalam angkatannya, Al-Kindi merupakan orang terpintar dengan menguasai berbagai ilmu pengetahuan.

Kata “musik” yang kita kenal saat ini sebenarnya diambil dari nama sebuah buku tentang teori musik oleh Al-Kindi. Nama buku itu adalah “Musiqa Al-Kindi”. Al-Kindi juga merupakan orang pertama yang menemukan not-not dalam musik. Not-not do re mi fa so la si do itu didapatnya dari urutan huruf-huruf hijaiyah.

Tidak hanya itu, Al-Kindi juga menemukan teori penyembuhan suatu penyakit yang timbul dari kebiasaan seseorang bermain musik. Di dalam bukunya, Al-Kindi mengatakan, orang yang biasa memainkan alat musik petik (gitar, bass, kecapi) resiko terkena serangan stroke lebih kecil daripada orang-orang yang terbiasa duduk memainkan alat musik pukul.

Teori yang mengatakan kalau musik dapat berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan otak janin bayi yang masih dikandung ibunya pertama kali ditemukan oleh Al-kindi. Tetapi dia mengatakan, musik itu nomor dua, yang utama tetaplah Alquran yang dibaca oleh ayah atau ibu yang mengandung janin tersebut.

Dan hal ini memang benar dan baru dapat dibuktikan pada masa sekarang ini. Tepatnya, beberapa abad setelah wafatnya Al-Kindi yang wafat pada tahun 873 M.

Bidang Geografi

Ibnu Batutah (1304-1369). Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Ibrahim at-Tanji. Gelarnya adalah Syamsudin bin Batutah. Ia adalah keturunan Arab yang lahir di daerah Tanger, Maroko. Dia dilahirkan pada tanggal 25 Februari 1304. Ketika berusia 21 tahun, Ibnu Batutah telah memulai mengadakan perjalanan yang panjang mencakup wilayah seluas 120. 700 km2, selama 30 tahun.

Ibnu Batutah dianggap sebagai pelopor penjelajah di abad 14 yang belum tertandingi. Ibnu Batutah memiliki hobi mengunjungi banyak negara di dunia untuk mengenal manusia dengan berbagai latar belakang dan budaya. Ibnu Batutah meninggal pada tahun 1369 di kota Fez, Maroko.

Pada usia sekitar 21 tahun 4 bulan, ia menunaikan rukun iman kelima. Perjalanannya menuju ke Baitullah telah membawanya berpetualang dan menjelajahi dunia. Ia mengarungi samudera dan menjelajah daratan demi sebuah tujuan mulia. Sampai kemudian Ia melanjutkan perjalanannya hingga melintasi sekitar 44 negara selama 30 tahun.

Rihlah Ibnu Batutah, inilah salah satu buku legendaris yang mengisahkan perjalanan seorang petualang agung itu pada 1325 hingga 1354 M. Sejatinya, Rihlah bukanlah judul buku, tetapi hanya menggambarkan sebuah genre (gaya sastra). Judul asli dari buku yang ditulis Ibnu Batutah itu adalah Tuhfat al-Nuzzhar fi Ghara’ib al-Amshar wa ’Aja’ib al-Asfar (Persembahan Seorang Pengamat tentang Kota-kota Asing dan Perjalanan yang Mengagumkan) ditulis oleh Ibnu Juzay, juru tulis Sultan Maroko, Abu ‘Inan. Karya ini telah menjadi perhatian berbagai kalangan di Eropa sejak diterjemahkan ke berbagai bahasa seperti Perancis, Inggris dan Jerman.

Buku itu disusun menjadi sebuah perjalanan dunia yang mengagumkan dengan mengaitkan berbagai peristiwa, waktu pengembaraan serta catatan-catatan penting yang berisi berita dan peristiwa yang dialami Ibnu Batutah selama pengembaraannya.

Bidang Pendidikan

Imam Ghazali Nama lengkapnya adalah Abu Hamid bin Muhammad Al-Ghazali. Ia dilahirkan di Thus, sebuah kota di Khurasan, Persia, pada tahun 450 H / 1058 M. [1] Imam Ghazali sejak kecil dikenal sebagai pecinta ilmu pengetahuan dan penggandrung mencari kebenaran yang hakiki, sekalipun diterpa duka cita, dilanda aneka rupa duka nestapa dan sengsara.

Al-Ghazali pada masa kanak-kanak belajar fiqh kepada Ahmad ibn Muhammad ar-Radzakani, kemudian beliau pergi ke Jurjan berguru kepada Imam Abu Nashr al-Ismaili. Setelah itu ia menetap lagi di Thus untuk mengulang-ulang pelajaran yang diperolehnya dari Jurjan Tujuan pendidikan menurut Al-Ghazali harus mengarah kepada realisasi tujuan keagamaan dan akhlak, dengan titik penekanannya pada Perolehan keutamaan dan taqarrub kepada Allah dan bukan untuk mencari kedudukan yang tinggi atau mendapatkan kemegahan dunia. [4] Sebagaimana yang dikutip Athiyyah Al-abrasyi bahwa Imam Ghazali berpendapat “sesungguhnya tujuan dari pendidikan ialah mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla

Al-Ghazali tidak membedakan antara ilmu dengan Ma’rifah seperti tradisi umum kaum sufi. Memeng ia pernah menyebutkan bahwa secara etimologi, ada sedikit perbedaan antara keduanya, dan ia tidak keberatan atas pemakaian terma Ma’rifah untuk konsep (tasawuf), dan ‘ilm untuk assent (tasqiq). Akan tetapi dalam berbagai kitabnya, ia sering memakai dua terma itu sebagaiu arti yang sama



Bidang Keperawatan dan Medis

Rufaidah Al Anshariyah (perawat pertama di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam). Nama aslinya adalah Rufaidah binti Sa’ad Al bani Aslan Al Khazraj, dan lebih terkenal dengan nama Rufaidah al Anshariyah, dia berasal dari kabilah Aslam.

Rufaidah lahir di Yatsrib yang sekarang terkenal dengan nama Madinah Munawarah pada tahun 570 M. Rufaidah hidup di masa Rasulullah pada masa pertama setelah hijrah. Beliau termasuk dari golongan kaum Anshar,

Sejak diperintahkannya qital, perang kepada kaum Muslimin, Rufaidah ikut andil dalam peperangan, seperti perang Badar, perang Uhud, perang Khaibar dan perang Khandaq. Rufaidah berada di barisan belakang kaum muslim guna mengobati para mujahidin yang terluka.

Rasul sendiri telah mengakui dan mempercayai Rufaidah dalam dunia keperawatan dan pengobatan. Itu terbukti saat Rasulullah memerintahkan Saad bin Muadz yang terluka pada perang Khandaq untuk dirujuk kepada Rufaidah Al-Anshariyah. “Bawa dia kepada Rufaidah dan aku akan mengunjunginya nanti” perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Rufaidah Al-Anshariyah. wanita dan perawat pertama yang hidup di sekitar Rasulullah yang banyak dilupakan oleh sebagian manusia. Sehingga perjuangan perawat ini dalam menegakkan agama dan membantu mujahidin dalam kancah peperangan hampir tak dikenal.

Malahan banyak deretan nama seperti Lorence Nightingle, Leininger, dan sederet tokoh keperawatan dunia yang masyhur dan tak asing terdengar di kalangan perawat. Bahkan si Lorence yang lahir pada tahun 1820 M dan naik daun di dunia keperawatan abad 19 M diklaim sebagai pelopor keperawatan modern di dunia.

Jika dilihat dari masa kehidupan Lorence yang hidup di tahun 1820 M dengan Rufaidah Al Anshariyah yang hidup di tahun 570 M, maka Rufaidah telah merintis dunia keperawatan 12 abad lebih dulu dari Lorence.

Bidang Ekonomi dan Keuangan

Abu Ubaid, Nama lengkapnya adalah Abu Ubaid al-Qasim ibn Salam ibn Miskin ibn Zaid al-Azdhi. Menurut kesaksian dari Abu Bakar ibn Anbari, Abu Ubaid membagi malamnya menjadi 3 bagian. Sepertiga malamnya masing-masing untuk tidur, qiyamullail, dan menulis..

Cendekiawan berambut pirang dan berjenggot lebat kelahiran Khurasan tahun 154 H ini telah menelurkan puluhan karya dalam bidang ilmu Nahwu, Qiraat, Fiqih, Syair, dan lainnya. Di antara puluhan karyanya, salah satu yang paling fenomenal adalah Kitab Al-Amwal. Kitab klasik yang sampai saat ini masih relevan dengan masalah ekonomi kekinian.

Kitab Al-Amwal yang secara bahasa berarti kekayaan atau harta, banyak membahas seputar keuangan publik (saat ini kita kenal istilah fiscal policy). Inspirasi ulama zaman bani Abassiyah ini adalah kehidupan ekonomi masa Rasulullah dan sahabat-sahabatnya yang banyak menerapkan prinsip maqashid syariah. Beberapa hal yang diulas beliau dalam kitab ini mencakup peran negara dalam mengatur ekonomi, sumber-sumber keuangan suatu negara, sampai hal-hal yang kecil dan detail seperti hak bagi orang yang berhasil menghidupkan tanah mati dan membuatnya produktif.

Dapat kita bayangkan bagaimana pada tahun 154 Hijriyah saat permasalahan ekonomi belum serumit zaman modern ini, seorang Ulama Islam telah banyak menuangkan pemikirannya tentang sumber-sumber pendapatan suatu negara, bagaimana suatu negara harus membelanjakan anggarannya (kebijakan fiskal), fungsi uang, sampai sistem pertanahan (keadilan bagi pemilik dan penggarap tanah).

Kecerdasan ulama keturunan Byzantium ini dalam mengungkap masalah perekonomian negara banyak menginspirasi Adam Smith, yang selama ini kita kenal sebagai Bapak Ilmu Ekonomi Kapitalis. Master piece-nya yang berjudul asli An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (lebih terkenal dengan judul Wealth of Nation yang berarti kekayaan negara) banyak mengutip kitab Al-Amwal (yang juga berarti kekayaan dan banyak membahas perekonomian negara di dalamnya) karya Abu Ubaid yang ditulis ratusan tahun sebelum lahirnya karya Adam Smith.

Bidang Matematika dan Astronomi

Al-Khawarizmi (Khawarizm, Uzbekistan, 194 H/780 M-Baghdad, 266 H/850 M). Ilmuwan muslim, ahli di bidang ilmu matematika, astronomi, dan geografi. Nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi dan di barat ia lebih dikenal dengan nama Algoarisme atau Algorisme. Dalam bukunya al-Khawarizmi memperkenalkan kepada dunia ilmu pengetahuan angka 0 (nol) yang dalam bahasa Arab disebut shifr. Sebelum al-Khawarizmi memperkenalkan angka nol, para ilmuwan mempergunakan abakus, semacam daftar yang menunjukkan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya, untuk menjaga agar setiap angka tidak saling tertukar dari tempat yang telah ditentukan dalam hitungan.

Akan tetapi, hitungan seperti ini tidak mendapat sambutan dari kalangan ilmuwan Barat ketika itu dan mereka lebih tertarik untuk mempergunakan raqam al-binji (daftar angka arab, termasuk angka nol), hasil penemuan al-khawarizmi. Dengan demikian angka nol baru dikenal dan dipergunakan orang Barat sekitar 250 tahun setelah ditemukan al-Khawarizmi.

Inilah sekilas informasi masa lalu yang mengungkap sejarah Islam yang kaya akan banyak ilmuan muslim di dalamnya namun sayang namanya tenggelam oleh ilmuan-ilmuan barat. Wallahu a’lam. 

Sumber: dakwatuna
Diberdayakan oleh Blogger.