Para peneliti pada forum tersebut telah menyebutkan bahwa imigrasi sebagai penyebab utama dari tren peningkatan tersebut, namun angka perpindahan agama – pemeluk Islam – yang tinggi di antara para penduduk Spanyol juga telah berkontribusi untuk peningkatan jumlah populasi Muslim di negara Eropa tersebut.
Studi tersebut "The Future of the Global Muslim Population" (Masa Depan Populasi Muslim Global) mengindikaskan bahwa sebuah persentase yang sangat besar dalam jumlah orang-orang di Spanyol yang telah berpindah agama memeluk Islam selama lebih dari tujuh tahun terakhir dan mereka menghitung sekitar 20.000 orang dari populasi negara tersebut.
Menurut proyeksi populasi baru oleh forum tersebut, populasi Muslim dunia juga diharapkan meningkat pada angka dua kali dari populasi non-Muslim selama dua dekade ke depan.
Laporan tersebut memprediksikan sebuah angka pertumbuhan tahunan 1,5 persen untuk Muslim, dibandingkan dengan 0,7 persen untuk Non-Muslim selama 20 tahun ke depan.
Jumlah Muslim akan meningkata dari 1,6 milyar, atau 23,4 persen, populasi dunia pada saat ini menjadi 2,2 milyar, atau 26,4 persen pada 2030, menurut studi tersebut.
Sementara itu, untuk populasi keseluruhan benua Eropa, forum tersebut memprediksikan bahwa populasi Muslim akan tumbuh dengan hampir satu per tiga dalam 20 tahun, dari 44,1 juta orang, atau enam persen dari penduduk kawasan tersebut pada tahun 2010, menjadi 58,2 juta atau delapan persen dari yang diproyeksikan populasi keseluruhan pada tahun 2030.
Studi tersebut juga menjumpai peningkatan angka presentase dua kali lipat di negara-negara anggota Uni Eropa untuk dua dekade ke depan.
Yang lebih mengejutkan lagi, Rusia yang bukan merupakan negara Uni Eropa, memiliki populasi Muslim terbesar pada tahun 2030 dengan 14,4 persen dari total keseluruhan populasi negara tersebut. (ppt/ptv) www.suaramedia.com
Posting Komentar