Halloween party ideas 2015



Berhala- Berhala Bagi Orang Islam

Ketahuilah wahai Orang- orang beriman bahwa mengapa kita seringkali merasa diri kita ini sangat susah dalam memurnikan ketaatan kepada Allah ??? Salah satu jawabannya adalah karena kita terjebak / keliru didalam membina urusan Rumah Tangga, kita telah menjadikan salah satu dari anggota keluarga tempat menggantungkan harapan selain daripada Allah, mencintai keluarga melebihi kecintaan kita kepada Allah Maka anggota keluarga kita itu adalah Berhala yang menghijab diri kita Terhadap Allah.

Contoh kasus :
  • Seorang Istri menjadikan Suaminya tempat mengantungkan harapan masa depan keluarga maka si Suami adalah berhala bagi Istri dan Anak- anaknya dalam menyembah Allah dan mengantungkan harapan kepada selain daripada Allah.
  • Seorang Suami mengantungkan harapan kepada istri maupun anak- anaknya, ia merasa kehilangan manakala si istri maupun anak- anak tidak ada dirumah atau pergi meninggalkannya maka si Istri dan anak telah menjadi Berhala terhadap suami dalam menyembah Allah.
  • Seorang anak mengantungkan harapan hidupnya kepada kedua orang tuanya maka Sang anakpun telah menjadikan orang tuanya berhala dalam menyembah dan mengantungkan harapan kepada selain Allah.
Apabila kita menyadarinya bahwa ternyata berat membawa keluarga kedalam bahtera kebahagiaan salah- salah justru kita sekeluarga masuk kedalam kesyirikan yang tentu sangatlah dibenci oleh Allah.Maka cita- cita untuk membawa keluarga kedalam keluarga yang sakinah mawaddah warahmah akan menjadi sia- sia.
Menyingkapi persoalan diatas tentulah kita benar- benar harus berupaya bersungguh- sunguh dalam memurnikan ketaatan diri serta mengajak anggota keluarga dalam menyembah Allah. Mulailah dengan mengaitkan segala urusan dalam hidup keseharian apapun bentuk kasus yang kita temui maka ini dan itunya adalah datang dari Allah. Sehingga diharapkan para anggota keluarga terbiasa berpikir bahwa setiap apapun yang kita hadapi dalam keseharian maka itu semua adalah mutlak datang dari Allah. Mulailah mengenal Allah dirumah kita sendiri karena Allah memang selalu hadir ditengah- tengah keluarga kita dan Allah itu adalah ahli segala urusan maka serahkanlah segala urusan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha menerima amanah yang dititipkan Hamba- hambanya.


  Ketahuilah bahwa :
  • Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  • Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar.  ( At taqabhun 14- 15)

Persoalan yang kelihatan sangat sepele namun bagi Allah hal ini adalah sangat besar. Apabila didalam hati masih ada kebesaran makhluk atau selain Allah atau cinta kepada selain Allah maka Kita tidak akan dapat melihat dan merasakan Kebesaran Allah yang terbentang dimuka bumi ini.
Allah Swt berfirman :
  • Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutu-kanNya dengan sesuatupun ( annisa 36 )
  • Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).                 ( An nahl 36)
  • Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. ( Thaha 14)
Inilah Pekerjaan Rumah yang diberikan Allah buat kita selesaikan, bagaimana agar supaya didalam membina kehidupan Rumah Tangga  yang sakinah kita tidak terjebak didalam mencintai harta dan keluarga melebihi kecintaan kepada Allah.
Marilah kita semua mengajak anggota keluarga untuk hanya bergantung kepada Allah saja bukan kepada salah satu dari anggota keluarga.

Perhatikan juga surat Al Ihklas :
“ kul huwallahu ahad, Allahu samad….” Katakanlah Allah itu ESA dan tempat bergantung semua Makhluk.


Maka gantungkanlah harapan sang Suami, Istri, anak- anak hanya kepada Allah saja. Bila kita tidak mau mengantungkan harapan hanya kepada Allah semata maka ketika terjadi sebuah perkara meninggalnya salah satu dari anggota keluarga maka hati kita akan terasa remuk apalagi yang meninggal itu menjadi tulang punggung didalam keluarga karena sudah terbiasa mengantungkan harapan kepada selain Allah.

Kemudian juga dalam Surat At taubah 24 dikatakan:
  • Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga-mu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
  • Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.( Annisa 48 )
Sesungguhnya Allah itu Adalah Tuhan kita semua maka selain Allah itu adalah mahkluk. Suami /Istri, anak, harta dan jabatan dan lain- lain adalah mahkluk maka bila kita mencintai mahkluk berarti kita sudah membuka pintu hati untuk membiarkan mahkluk masuk kedalam hati dan hal ini akan menjadikan hati kita keras sehingga sangat susah untuk memurnikan Ketaatan kepada Allah.
Ketahuilah ! Bahwa cepat atau lambat maka kita pasti akan berpisah dengan sesuatu yang kita cintai selain Allah itu, maka pada saat perpisahan itu terjadi kita akan merasakan bahwa  HATI remuk dan jiwa akan terasa hancur disebabkan perpisahan itu karena kita telah menjadikan kecintaan kepada mahkluk atau selain Allah itu tumbuh subur didalam hati.
Lain halnya apabila mahkluk itu sudah bisa kita keluarkan dari dalam hati maka ketika perpisahan itu terjadi JIWA kita akan bisa terselamatkan dari kehancuran. Oleh karena itu marilah kita sama- sama berusaha untuk mengeluarkan mahkluk – mahkluk itu dari dalam hati dan meletakkan tanggung jawab terhadap keluarga dalam genggaman kita dengan Banyak- banyak mengucapkan Istiqfhar, Berdzikir serta berkorban dijalan Allah baik dengan harta maupun Jiwa. Mudah- mudahan Allah akan memperbaiki keadaan keimanan kita dan kita tidak akan pernah berpisah dengan Allah baik didunia maupun diakhirat nanti sehingga kita tidak akan merasakan kehancuran hati ini dan juga kita bisa menyelamatkan diri dan keluarga dari Dosa besar yaitu Dosa Syirik, Amin…. Salam





Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.